Bunga Merah Merekah

Senin, 03 Agustus 2009

Gadis Perawan Sexy dengan sejuta Impian dan Harapan









Yang Terhormat Para Pelanggan Setia Rumah Bunga Merah...
Apa kabar hari ini..................,setelah lama merenungkan masalah indomie goreng yang tidak habis pikir. Sang Empu Rumah bunga merah sedang tertegun dengan masygul di suatu pagi yang sunyi, terperangah memandang kelamnya langit, burung-burung berkicau saling bersautan dengan riangnya, bebek yang berenang hilir mudik dengan sanak kadangnya tanpa menghiraukan hiruk pikuk kehidupan. Semua mengalir lancar tanpa adanya... Pohon dan semak belukar berkerisik dengan eloknya. Angin yang menderu-deru...... ditingkahi suara anak kecil yang saling bercengkerama.
Kerasnya hidup ini sudah membawa banyak pengaruh bagi perkembangan Rumah Bunga Merah... Sebuncah harapan mengembang tinggi di angkasa.... Langkah demi langkah Rumah bunga merah yang terseok-seok diantara pembangunan yang semakin gencar, bagai perawan diantara para preman jalanan menggelontorkan ide yang semakin tidak keruan tapi mengagumkan...

Palangka Raya, Gadis Perawan Sexy dengan sejuta Impian dan Harapan

Palangka Raya, sebagai kota kecil (ukuran kota di pulau Jawawut yang tersohor) merupakan tempat harapan tempat dimana rumah bunga merah meniti segenap asa dan tujuan, Kota ini bagai anak kecil yang siap melompat menerjang rintangan demi mendapat seteguk air susu dingin dari emaknya..... Palangka Raya, kota elok menawan, layaknya perawan dengan paras manis, jari-jemarinya yang lentik, bertubuh langsing semampai, buah dada yang terlihat tepat untuk ukuran tubuhnya, paha yang indah, pantat menggoda, rambut berombak sebahunya yang tergerai eksotis. Tetapi semua itu tertutupi oleh baju kurung model pertengahan tahun 90-an yang sudah ketinggalan zaman, berdiri di titian jembatan, melambai-lambai menanti pujaan hatinya yang tidak kunjung datang jua.

Palangka Raya terletak ditengah hutan kalimantan, dengan fasilitas yang sedang berkembang, sebuah mall berdiri dengan angkuhnya ditengah kota, memandang dari kerimbunan halaman terdapat hotel aquarius (merupakan hotel berbintang paling top seantero kalimantan tengah) mengerling bagai gadis ABG sexy dari Jakarta berpakaian ketat semlohai menerawang mengundang semua mata untuk menatapnya.... Membayangkan Palangka Raya yang diselimuti pasir putih, sangat pas untuk disenandungkan dengan pantai....
(Fakta = Kota Palangka Raya terletak di tengah hutan tetapi memiliki pasir yang berwarna putih, mungkin bekas urugan).....

Seyogyanya pemiliki kota ini (baca:walikota) memiliki satu pemikiran yang sama dengan pemilik rumah bunga merah niscaya kota ini akan jauh berkembang melampaui kota lainnya di Kalimantan. Syahdan, kata kuncinya adalah Palangka Raya kota Pantai (menurut lembaran fakta diatas). Dengan sedikit olah ragawi dan kreatifitas, maka dapatlah terwujud hal itu, pemiliki rumah bungah merah serta para rekan sejawat dan kolega akan mengadakan sosialisasi rumah ke rumah, mempengaruhi para pemiliki kedai, kios, penginapan, rumah penduduk biasa agar menanam sebatang - dua batang pohon kelapa pantai yang tinggi dan lansing. apabila hal itu digalakkan niscaya seantero pelosok palangka raya akan rimbun oleh kelapa mengingatkan khalayak akan kota pantai yang indah.

Pasanglah di setiap sudut kota tersembunyi 24 jam tiada henti speaker berkekuatan tinggi yang mengingatkan akan bunyi deburan ombak, peluit kapal, lonceng kapal, burung camar yang bersahut-sahutan. Pasanglah lampu penerang seperti layaknya mercu suar yang memandu kapal yang tersesat pada salah satu BTS trasmitter paling strategis.

Panggilah semua warga gadis maupun wanita muda yang masih cantik semlohai putih menggiurkan dengan leher yang jenjang berseliweran mengenakan pakaian layaknya mereka akan berjemur, cukuplah dengan mengenakan cawat berenda sexy dan tanktop atau mini hot pants dengan model terbaru produk impor dari negeri jewawut (baca:pulau jawa).

Buatlah disegenap sudut kota, hingar bingar dengan tempat berjemur representatif, tempat bermain bola voli/bola sepak, sediakanlah bilik-bilik beratapkan rumbia sebagai wahana bercengkerama yang eksotis ditingkahi kelapa muda yang segar untuk melepas dahaga dan

Pastikan terdapat pasar ikan segar pada sudut kota paling strategis lainnya, sediakan kedai sederhana dengan harumya bau ikan laut akan membuat mulut para pelancong yang nanar kelaparan tergopoh-gopoh mendatanginya. Aih, amboi sahabat, Aura pantai yang sangat mengena membuat segenap warga niscaya akan semakin kerasan dan terpengaruh, jatuh dalam sudut imajinasi paling dalam bahwasanya mereka berada di kota pantai.., lengkapi pasar yang sudah ada dengan pasar souvenir yang menyajikan barang-barang khas panatai layaknya kerang-kerang indah, hewan laut awetan, baju-baju dan sebagainya.

para pelancong dari negeri jewawut (baca:pulau jawa) akan takjub dan datang dengan bersuka ria tidak sabaran untuk menyeruput dan melucuti perawan anggun mempesona berparas manis ini.

Amboi, para kolega rumah bunga merah, sepertinya Kenikmatan Pantai di tengah hutan, rasa-rasanya bukan hal yang mustahil.............
Semoga mimpi ini dapat terwujud.

Sabtu, 01 Agustus 2009

Kualitas Hidup

Yang Terhormat, Para Pelanggan/Kolega/Penikmat/Pengunjung Rumah Bunga Merah
Bagai anak kecil yang tersaruk-saruk di tengah sawah, Ternyata empunya rumah bunga merah baru tersadar....

Selama ini terdapat dualisme standar ganda jalur distribusi salah satu makanan instan paling berpengaruh di muka bumi ini yaitu Indomie Goreng...
Kualitas indomie goreng di Kalimantan boleh dibilang mengenaskan, di Jawa Indomie Goreng paling murah versi standar sudah dilengkapi dengan bawang goreng dan saos, sedangkan di tempat kami versi standar tersebut tanpa bawang goreng dan saos.
Bahkan mereka (orang kalimantan red) mencemook pemilik bunga merah, bahwa selama hayat hidup mereka belum melihat, menyangsikan, memakan ataupun memegang Indomie goreng dengan saos cabe dan bawang goreng, dengan yakin mereka mengeluarkan maklumat "Itu pastilah merek mie goreng lain............". Terenyuh sekali hati ini mendengarnya....,membayangkan hal itu bagai sebuah bola tenis yang mengatul dengan beratnya di kasur kapuk. Aih pastilah hal yang sukar dibayangkan oleh segenap masyarakat Jawa.
Menyedihkan sekali orang-orang itu...